Deli Serdang, Radar007.net — Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Malaysia turut menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Tugu Pemuda Pancasila, Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ketua MPW Pemuda Pancasila Malaysia Khairuddin Adnan Nasution, bersama Bendahara Melda Indah Sari, Kabid Ekonomi Netty Nilawati, serta jajaran fungsionaris. Kehadiran tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat hubungan serumpun Indonesia–Malaysia.
Rangkaian kegiatan turut diisi pelantikan Pengurus Wilayah SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Utara periode 2026–2030, dengan M. Firmansyah, S.H. sebagai ketua. Momentum tersebut menegaskan pentingnya kaderisasi, soliditas, integritas, dan kesinambungan organisasi.
Dalam kesempatan itu, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara Dr. H. Musa Rajekshah, S.Sos., M.Hum., menekankan bahwa SAPMA merupakan ruang pembentukan kader muda agar memiliki karakter, loyalitas, disiplin serta kepedulian terhadap masyarakat.
Selain refleksi sejarah dan penguatan ideologi Pancasila, kegiatan juga diisi dengan pemberian bantuan sosial kepada 25 kaum duafa secara simbolis, sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Sugiat Santoso, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkokoh kebersamaan, serta meneguhkan semangat pengabdian organisasi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Tragedi Berdarah 25 Oktober 1965, Pasca-pecahnya peristiwa G30S di Jakarta, ketegangan nasional menjalar hingga ke tingkat daerah. Pada 25 Oktober 1965, kelompok pemuda dari Pemuda Pancasila (PP) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan penyerbuan ke Kampung Kolam untuk menumpas basis massa PKI di sana.
Namun, upaya penyerbuan awal tersebut mendapat perlawanan sengit dari warga kampung yang terafiliasi dengan PKI. Bentrokan hebat bersenjata ini berujung pada penculikan dan pembunuhan dua kader ormas anti-PKI, yaitu:
M. Jacop (dari Pemuda Pancasila)
Adlin Prawira (dari gabungan PP / HMI),
Jenazah keduanya kemudian ditemukan di dalam parit di sekitar kawasan Keramat Kobah.
Apel kehormatan dan renungan suci tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila perlu dijaga melalui sikap persatuan, solidaritas, disiplin, dan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua Umum Pemuda Pancasila KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno, S.H., unsur TNI-Polri, jajaran MPW dan MPC Pemuda Pancasila se-Sumatera Utara serta sejumlah tokoh organisasi.
Selain mengenang sejarah, kegiatan juga diwarnai pemberian bantuan sosial kepada 25 kaum duafa, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Bagi MPW Pemuda Pancasila Malaysia, kehadiran dalam renungan suci tersebut juga menjadi ruang memperkuat kerja sama Indonesia–Malaysia, khususnya dengan MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara, di bidang ekonomi, sosial, inovasi dan kemitraan organisasi.
Rangkaian acara ditutup dengan penaburan bunga dan foto bersama sebagai simbol penghormatan, persaudaraan serta refleksi atas nilai perjuangan dan pengabdian.
Liputan: Erwanto









