MAKASSAR | RADAR007.NET — Aksi kekerasan jalanan kembali memakan korban jiwa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dua mahasiswa menjadi korban serangan brutal sekelompok pengendara motor yang diduga membawa senjata tajam berupa busur dan parang. Akibatnya, Muh. Akmal Makmur (24) tewas di lokasi kejadian, sementara Muh. Farel SM (17) mengalami luka berat.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, tepatnya di depan Alfamart PK Arung Teko, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA.
Tragedi ini kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai keamanan masyarakat pada malam hingga dini hari. Jalanan yang semestinya menjadi ruang publik justru berubah menjadi lokasi kekerasan yang merenggut nyawa seorang pemuda dan membuat korban lainnya harus berjuang akibat luka berat.
DIDUGA BERAWAL DARI KONVOI BELASAN MOTOR
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jaffar Achmad, menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula sekitar pukul 02.00 WITA ketika Arif bersama sejumlah rekannya sedang nongkrong di Jalan Dg. Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, di sekitar Bengkel R-Jam.
Situasi kemudian memanas setelah kelompok lain yang diperkirakan menggunakan sekitar 12 sepeda motor datang membawa senjata tajam berupa parang dan busur. Kelompok tersebut diduga hendak menyerang kelompok Arif.
Merespons situasi itu, kelompok Arif melakukan perlawanan dan mengejar kelompok tersebut ke arah Kabupaten Maros.
Namun, situasi yang sudah memanas itu berujung petaka.
KECELAKAAN BERUJUNG SERANGAN MEMATIKAN
Saat tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, tepat di depan Alfamart PK Arung Teko, sepeda motor yang dikendarai Arif dengan tiga orang berboncengan bersama Nizar dan Muh. Akmal Makmur terlibat kecelakaan dengan sepeda motor lain yang dikendarai Angga, berboncengan dengan Muh. Farel SM.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, kelompok yang diduga berasal dari Kabupaten Maros melihat kecelakaan tersebut, kemudian berbalik arah dan menyerang kelompok Arif beserta rekan-rekannya menggunakan parang dan busur.
Dalam situasi tersebut, Akmal Makmur dan Farel SM disebut tidak sempat menyelamatkan diri. Keduanya menjadi sasaran dugaan penganiayaan secara bersama-sama.
Akibat serangan itu, Akmal Makmur meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan Farel SM mengalami luka berat.
Sekitar pukul 05.08 WITA, jenazah Akmal Makmur dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik, termasuk proses Visum et Repertum dan/atau autopsi sesuai kebutuhan penyidikan.
POLISI DITUNTUT UNGKAP PELAKU DAN MOTIF
Kematian Akmal Makmur tidak boleh berhenti sebagai catatan kelam kekerasan jalanan. Aparat kepolisian perlu mengusut perkara ini secara menyeluruh, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, menelusuri kepemilikan senjata tajam, serta mendalami motif dan rangkaian kejadian sebelum serangan berlangsung.
Jika dugaan pengeroyokan bersenjata ini terbukti, para pelaku harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum juga perlu memastikan bahwa setiap orang yang terlibat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan peran dan bukti yang ditemukan.
Publik menanti langkah tegas Polrestabes Makassar untuk mengungkap kasus ini secara transparan dan memastikan para korban memperoleh keadilan.
Sebab, ketika bentrokan antarkelompok berujung pada hilangnya nyawa, yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan para pemuda, melainkan juga rasa aman masyarakat di jalanan Kota Makassar.
Pewarta: Robbi Rambii










