ASAHAN | RADAR007.NET — Kematian seorang perempuan berinisial W.H di RSU Bunda Mulia Kisaran pada 12 Oktober 2026 masih menyisakan sejumlah tanda tanya. Kapolres Asahan diminta membuka penanganan perkara ini secara transparan dan menelusuri seluruh pihak yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.
Meski polisi telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan autopsi, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil laboratorium forensik Polda Sumatera Utara.
Sorotan muncul setelah rilis Polres Asahan tidak menyebutkan secara jelas nama tempat hiburan malam (THM) yang didatangi korban. Sejumlah pertanyaan wartawan mengenai pemeriksaan pengelola THM, teman korban, tamu yang berada di lokasi, hasil gelar perkara, hingga alasan tidak dipasangnya garis polisi juga belum mendapat jawaban.
Sebelumnya, korban diduga mengalami overdosis setelah berada di THM Karaoke Netta (salon kecantikan), Komplek Terminal Graha Kisaran, Jalan Satya Abdi, Kecamatan Kisaran Barat.
Publik kini menunggu keterbukaan Polres Asahan. Apakah seluruh pihak yang berada di lokasi telah diperiksa? Apakah dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH) juga telah ditelusuri?
Jangan sampai muncul kesan pembiaran atau tebang pilih dalam penanganan perkara ini. Kematian seseorang harus diusut berdasarkan bukti, bukan berhenti pada rilis dan pernyataan semata.
Hingga berita ini diterbitkan, Jumat (30/10/2026) penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Dugaan keterlibatan pihak lain maupun oknum APH tetap memerlukan pembuktian.
Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan. Keluarga korban dan masyarakat berhak mengetahui perkembangan pengungkapan kasus ini.
Laporan: Nas










