ASAHAN, Radar007.net – Dugaan praktik penjualan minuman keras dan pil ekstasi berkedok Salon Neeta di Kisaran kian menjadi sorotan. Tak hanya aktivitas tempat hiburan tersebut, seorang personel Propam Polres Asahan berinisial MT juga dituding berupaya meminta wartawan menghapus pemberitaan.
Berdasarkan pengakuan seorang wartawan, MT diduga berulang kali menghubunginya untuk mengajak bertemu. Bahkan, melalui seseorang yang disebut berprofesi sebagai wartawan, diduga dititipkan uang Rp500.000 agar berita dihapus dan pemberitaan dihentikan.
Wartawan tersebut mengaku menolak uang itu dan mengembalikannya. Ia juga menyebut adanya pesan bernada dugaan ancaman setelah menolak permintaan tersebut.
Persoalan ini menjadi ujian serius bagi profesionalitas dan integritas internal Polres Asahan.
Kapolres Asahan dan Propam diminta segera memeriksa MT secara objektif, mengusut dugaan intimidasi, serta menelusuri legalitas dan aktivitas Salon Neeta.
Jika dugaan tersebut terbukti, tindakan tegas harus diberikan. Jangan sampai aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru diduga menjadi pihak yang menekan kebebasan pers.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan terhadap MT masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian. Hak jawab pihak terkait tetap terbuka.
Laporan: Nas










