Sukses Gelar Peringatan Setahun, R. Panca Nur Tegaskan Gerakan Sadar Budaya Tak Bergantung pada Bantuan Pemerintah

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

@Peringati Satu Tahun GSB, R. Panca Nur Dorong Kemandirian Pelaku Budaya, (foto: istimewa),

 

Jakarta, RADAR 007— Gerakan Sadar Budaya (GSB) sukses menggelar peringatan satu tahun sekaligus rangkaian kegiatan Hari Budaya Nasional pada 23–25 Oktober 2026 di Lapangan Kostrad, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Mengusung tema “Merajut Kesadaran Berbudaya untuk Harmoni Bangsa”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong kemandirian para pelaku kebudayaan di Indonesia.

Ketua Umum sekaligus penggagas Gerakan Sadar Budaya, R. Panca Nur, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai, peringatan satu tahun GSB bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang bagi para pelaku budaya untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT karena acara ini dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Sejak awal perencanaan, saya memang ingin peringatan satu tahun ini lebih menyentuh langsung para pelaku budaya, karena pada dasarnya saya juga merupakan bagian dari pelaku budaya,” ujar R. Panca Nur.

Menurutnya, gerakan sadar budaya ini perlu dibangun melalui keterlibatan nyata masyarakat, komunitas, seniman, budayawan, dan berbagai unsur yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi.

Tegaskan Kemandirian Penyelenggaraan Kegiatan Budaya

Dalam kesempatan tersebut, awak media menanyakan apakah penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan berbagai agenda kebudayaan itu memperoleh bantuan pendanaan dari pemerintah.

Baca Juga  Dugaan Peredaran Narkoba di Kuala Bangka Disorot, Aparat Diminta Bertindak

R. Panca Nur menegaskan bahwa kegiatan peringatan satu tahun GSB kali ini diselenggarakan tanpa bantuan dana pemerintah. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari upaya menunjukkan bahwa Gerakan Sadar Budaya dapat tetap berjalan melalui kemandirian, komitmen, dan kerja sama para pelakunya.
Melalui ruang kolaborasi yang terbuka lebar,

“Enggak ada, karena memang di tahun pertama ini kita ingin menunjukkan kepada pelaku-pelaku budaya lainnya bahwa penyelenggaraan acara kebudayaan jangan hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Apalagi kalau semuanya berpatokan pada pemerintah, sementara kita tahu bantuan itu sangat terbatas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kemandirian bukan berarti menutup pintu kerja sama dengan pemerintah. Sebaliknya, GSB tetap membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, sepanjang kerja sama tersebut dibangun berdasarkan kebutuhan, tujuan, dan kepentingan pelestarian kebudayaan.

“Bukan berarti kami menolak atau tidak mau bekerja sama dengan pemerintah. Sejak awal, kami di GSB berkomitmen untuk bersikap presisi kepada siapa pun. Kami bisa menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis, tergantung pada konteksnya,” kata R. Panca Nur.

Terbuka Bekerja Sama, Tetap Kritis dan Independen

R. Panca Nur mencontohkan, pada kegiatan yang diselenggarakan tahun sebelumnya di kawasan Kota Tua, GSB mendapatkan dukungan dari berbagai elemen pemerintahan.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa hubungan antara komunitas kebudayaan dan pemerintah dapat dibangun melalui kolaborasi yang saling mendukung. Namun, keberlangsungan gerakan sadar budaya tidak semestinya sepenuhnya bergantung pada ada atau tidaknya bantuan dari pemerintah.
Ia mengatakan, GSB telah membangun sistem kerja mandiri yang memungkinkan berbagai kegiatan kebudayaan tetap dilaksanakan sesuai kemampuan dan sumber daya yang tersedia.

Baca Juga  Menhan Sjafrie Samsoeddin Terima Delegasi Rusia, Kemitraan Pertahanan Indonesia—Moskow Makin Strategis

“Karena ada atau tidak ada bantuan, kami sudah punya sistem kerja kemandirian yang cukup komprehensif. Sejak dahulu saya juga sering menyelenggarakan kegiatan dengan sistem mandiri,” ujarnya.

Bagi R. Panca Nur, kemandirian merupakan salah satu nilai mendasar dalam kebudayaan. Kesadaran untuk menjaga tradisi dan mengembangkan kebudayaan, menurutnya, harus tumbuh dari kemauan masyarakat sendiri, bukan semata-mata karena tersedianya dukungan anggaran.

‘ Kebudayaan Harus Tetap Produktif

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberlanjutan kegiatan kebudayaan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan pendanaan. Para pelaku budaya perlu terus mencari cara untuk berkarya, membangun kolaborasi, dan menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan tema peringatan satu tahun GSB, yakni “Merajut Kesadaran Berbudaya untuk Harmoni Bangsa”. Kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang dapat mempererat persaudaraan, menumbuhkan penghormatan terhadap keberagaman, serta memperkuat identitas bangsa.
Rangkaian kegiatan Hari Budaya Nasional yang dipusatkan di Lapangan Kostrad, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, turut menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat dan para pelaku kebudayaan.

Agenda yang dirancang dalam kegiatan tersebut mencakup pertunjukan budaya Nusantara, seni bela diri tradisional Betawi, diskusi publik, pameran pusaka Jayakarta dan Nusantara, bazar UMKM, pengobatan tradisional, serta kegiatan kebudayaan lainnya.

Baca Juga  Dugaan Sabu di Kampung Banjar Disorot, Warga Minta Polisi Bertindak

Melalui kegiatan semacam ini, GSB diharapkan dapat terus memperluas ruang apresiasi terhadap seni dan tradisi, sekaligus membuka kesempatan bagi para pelaku budaya untuk menunjukkan karya dan memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas.

‘ Membangun Gerakan Sadar Budaya yang Berkelanjutan

Peringatan satu tahun GSB menjadi titik penting untuk memperkuat komitmen bahwa pelestarian kebudayaan membutuhkan konsistensi, partisipasi masyarakat, dan kemandirian dalam penyelenggaraan kegiatan.

R. Panca Nur berharap gerakan tersebut dapat terus produktif dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan, sekaligus menjadi mitra strategis dan mitra kritis bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah, sesuai dengan konteks dan kebutuhan.

Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dibicarakan atau ditampilkan dalam acara seremonial. Kebudayaan harus terus dihidupkan melalui praktik, kegiatan, pendidikan, regenerasi, serta keterlibatan langsung masyarakat.

“Jadi, ada atau tidak ada bantuan, kami tetap produktif untuk melestarikan, mengembangkan, dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kebudayaan,” tutup R. Panca Nur.

Pernyataan tersebut menegaskan arah Gerakan Sadar Budaya dalam membangun gerakan kebudayaan yang mandiri, terbuka terhadap kolaborasi, dan konsisten menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Bagi GSB, merajut kesadaran berbudaya berarti memastikan bahwa pelestarian tradisi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran masyarakat demi terwujudnya harmoni bangsa.(*M.S)

Berita Terkait

Proyek Jembatan Desa Air Hitam Disorot: Tanpa Plang, Anggaran Misterius, Pengawasan Dipertanyakan!
Dugaan Peredaran Sabu di Tanjung Mangedar Kembali Disorot, Warga Sungai Robut 1 Resah
Dugaan Narkoba di Kuala Bangka, Sat Narkoba Polres Labuhanbatu Ditagih Transparansi
Miss Tika Padukan Ketegasan dan Pembinaan, Bosowa School Dilirik LPP ATLANTARA
Menelusuri Jejak Husin Marpaung, dari Pergerakan Pemuda hingga Semangat Persatuan Indonesia
PJI-Demokrasi Soroti Jembatan Air Hitam, PUPR dan TNI Diminta Klarifikasi
Forum Alumni BEM Bogor Raya Desak Kejari Cibinong Transparan soal Penahanan Siti Saripah
Nurhaji Dampingi Kunker DPR RI, Tiga Agenda Strategis Digelar di Batu Bara

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Proyek Jembatan Desa Air Hitam Disorot: Tanpa Plang, Anggaran Misterius, Pengawasan Dipertanyakan!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Dugaan Peredaran Sabu di Tanjung Mangedar Kembali Disorot, Warga Sungai Robut 1 Resah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Dugaan Narkoba di Kuala Bangka, Sat Narkoba Polres Labuhanbatu Ditagih Transparansi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Miss Tika Padukan Ketegasan dan Pembinaan, Bosowa School Dilirik LPP ATLANTARA

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Menelusuri Jejak Husin Marpaung, dari Pergerakan Pemuda hingga Semangat Persatuan Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Sukses Gelar Peringatan Setahun, R. Panca Nur Tegaskan Gerakan Sadar Budaya Tak Bergantung pada Bantuan Pemerintah

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PJI-Demokrasi Soroti Jembatan Air Hitam, PUPR dan TNI Diminta Klarifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Forum Alumni BEM Bogor Raya Desak Kejari Cibinong Transparan soal Penahanan Siti Saripah

Berita Terbaru