Infrastruktur Minim , Jalan Rusak, Warga Pilih Swadaya: Dugaan Penyimpangan Anggaran Desa Disorot

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA | RADAR007.NET – Ketika pembangunan desa seharusnya hadir menjawab kebutuhan masyarakat, warga Dukuh Bandingan Kulon, RT 04/RW 03, Desa Tanjungtirta, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, justru harus mengandalkan kantong sendiri.

Warga secara swadaya mengumpulkan dana sekitar Rp50 juta untuk membiayai pengecoran jalan lingkungan sepanjang lebih dari 150 meter serta pembangunan talud pengaman permukiman.

Ironisnya, pembangunan tersebut dilakukan di tengah keluhan warga mengenai minimnya infrastruktur dan kondisi sejumlah akses jalan lingkungan yang membutuhkan perhatian.

Ketua RT 04/RW 03 Dukuh Bandingan Kulon, Catur, saat dikonfirmasi Senin (5/10/2026), membenarkan adanya kegiatan pembangunan tersebut.

Menurutnya, dana sekitar Rp50 juta dikumpulkan berdasarkan kesepakatan warga dan digunakan untuk membeli material serta membayar tenaga tukang.

Baca Juga  Rutan Salatiga Ikuti Rapat PDPB KPU, Data Warga Binaan Dicek Berkala

WARGA MULAI BERTANYA

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: mengapa pembangunan lingkungan harus kembali bertumpu pada iuran warga, sementara pemerintah desa memiliki instrumen anggaran untuk pembangunan?

Warga mengaku kecewa karena selama satu periode berjalan, wilayah RT 04/RW 03 disebut belum pernah memperoleh bantuan pembangunan lingkungan dari anggaran desa.

“Warga menyayangkan kondisi ini. Infrastruktur sangat minim dan akses jalan yang ada juga rusak,” ungkap Catur, Rabu (7/10/2026).

Tak berhenti di persoalan pembangunan, warga juga menyampaikan dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran Pemerintah Desa Tanjungtirta. Bahkan, muncul tudingan yang disebut warga sebagai dugaan “korupsi berjamaah”.

Namun, tudingan tersebut masih sebatas klaim warga dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum tanpa adanya hasil pemeriksaan atau proses hukum yang membuktikannya.

Baca Juga  Jumat Curhat: Kapolsek IPDA Bambang Siapkan Langkah Tegas Hadapi Narkoba, Judi Online, dan Pencurian Sawit

TRANSPARANSI ANGGARAN JADI PERTANYAAN

Situasi ini semestinya menjadi momentum bagi Pemerintah Desa Tanjungtirta untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

Berapa anggaran pembangunan yang dialokasikan untuk Desa Tanjungtirta? Wilayah mana saja yang menjadi prioritas? Berapa yang sudah direalisasikan? Dan mengapa RT 04/RW 03 mengaku belum mendapatkan dukungan pembangunan selama satu periode?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut layak dijawab secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Warga sudah menunjukkan gotong royongnya. Kini publik menunggu keterbukaan pemerintah desa mengenai penggunaan dan pemerataan anggaran pembangunan.

Jangan sampai masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat pembangunan justru harus patungan terlebih dahulu untuk menikmati infrastruktur dasar di lingkungannya sendiri.

Baca Juga  INPEST Kembali Geruduk Kejagung, Minta Dividen Rp331,7 Miliar PT SPRH Diusut Tuntas

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Tanjungtirta belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga dan tudingan dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

Media ini akan terus mengawal informasi dan ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.

 

(Bayu/Ugl/One)

Berita Terkait

Menhan RI Sjafrie Hadiri Peresmian SMA Taruna Nusantara Cimahi, Wujudkan Generasi Unggul dan Cinta Tanah Air
Hak Jawab Jangan Dijadikan Alat Intimidasi Pers, Wilson Lalengke Sorot Surat Pengacara Syam Daeng Rani 
Chat Mesra Diduga Libatkan Sekcam Bandar Pasir Mandoge,  BKPSDM dan Inspektorat Diminta Bertindak 
Kematian Misterius WH di Asahan, Kapolres Disorot: Transparansi Penyelidikan THM Salon Netta Dipertanyakan
Jumat Curhat: Kapolsek IPDA Bambang Siapkan Langkah Tegas Hadapi Narkoba, Judi Online, dan Pencurian Sawit
Pertalite Terus Bermasalah, PMII Sindir Kadis Dagperin: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Dalih!
INPEST Kembali Geruduk Kejagung, Minta Dividen Rp331,7 Miliar PT SPRH Diusut Tuntas
KPK — Poltekkes Semarang Perkuat Budaya Antikorupsi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Menhan RI Sjafrie Hadiri Peresmian SMA Taruna Nusantara Cimahi, Wujudkan Generasi Unggul dan Cinta Tanah Air

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Hak Jawab Jangan Dijadikan Alat Intimidasi Pers, Wilson Lalengke Sorot Surat Pengacara Syam Daeng Rani 

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Kematian Misterius WH di Asahan, Kapolres Disorot: Transparansi Penyelidikan THM Salon Netta Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Jumat Curhat: Kapolsek IPDA Bambang Siapkan Langkah Tegas Hadapi Narkoba, Judi Online, dan Pencurian Sawit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Pertalite Terus Bermasalah, PMII Sindir Kadis Dagperin: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Dalih!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:13 WIB

INPEST Kembali Geruduk Kejagung, Minta Dividen Rp331,7 Miliar PT SPRH Diusut Tuntas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:01 WIB

KPK — Poltekkes Semarang Perkuat Budaya Antikorupsi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Kepala Dinas DKUP Pastikan Pelayanan Publik Tetap Kondusif, Dinas Serahkan Proses Hukum Pegawai ke Otoritas Berwenang

Berita Terbaru