BULELENG, Radar007.net — Dalam rangka menyambut Hari Suci Saraswati, Yayasan Aura Pelangi Bali (YAPB) bersama Laskar Pelangi Bali akan menggelar serangkaian kegiatan sosial dan keagamaan di Sekretariat YAPB, Gang Nyoman Raka, Banjar Dinas Kelodan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 28–31 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Basudeva Kutumbakam – Dharmo Rakshati Rakshitah – Panugrahan Hyang Aji Suci Saraswati.” Tema ini menekankan nilai persaudaraan universal, pengamalan dharma, serta penghormatan terhadap ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.
Rangkaian kegiatan diselenggarakan oleh Aji Dalang Cri Mudita bersama tim YAPB Laskar Pelangi Bali, dengan memadukan ritual keagamaan, penyampaian ajaran dharma, serta pelayanan sosial bagi masyarakat.
Diawali Mepiuning dan Persembahyangan
Rangkaian kegiatan diawali dengan mepiuning di Kawitan Cri Crengga, Dalem Tangkeban, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Prosesi ini bertujuan memohon izin, keselamatan, dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Selanjutnya, pada Kamis malam, 29 Oktober 2026, panitia dijadwalkan melaksanakan mepiuning di Dalem Samudra. Prosesi berikutnya berlangsung pada Jumat malam, 30 Oktober 2026, di Dalem Prajapati sebagai bagian dari persiapan spiritual menjelang puncak perayaan Hari Suci Saraswati.
Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, kegiatan puncak dimulai pukul 06.00 WITA melalui persembahyangan bersama, Tri Sandhya, Puja Saraswati, serta rangkaian pemujaan di pelinggih YAPB. Kegiatan ini melibatkan panitia, siswa Laskar Pelangi, dan tamu undangan.
Dharma Wacana Bersama Ida Shri Bhagavan Nararya Dharma Kusuma
Salah satu agenda utama adalah Dharma Wacana Agung yang dijadwalkan berlangsung pukul 11.00–12.00 WITA. Ceramah dharma akan disampaikan oleh Ratu Nabe, Ida Shri Bhagavan Nararya Dharma Kusuma, dengan Aji Dalang Cri Mudita bertindak sebagai moderator.
Materi yang diangkat membahas makna dan penerapan Basudeva Kutumbakam serta Dharmo Rakshati Rakshitah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam momentum Hari Suci Saraswati.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat semakin memahami pentingnya ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, persaudaraan, dan pengamalan nilai-nilai dharma dalam kehidupan bermasyarakat.
Panti Sehat YAPB Buka Layanan Pengobatan Tradisional Gratis
Tidak hanya berfokus pada kegiatan spiritual, YAPB juga menghadirkan pelayanan sosial melalui Panti Sehat YAPB – Sudamala pada pukul 13.00–17.00 WITA.
Layanan yang direncanakan meliputi pijat refleksi dan sejumlah bentuk penanganan tradisional alternatif yang ditangani oleh tim tapakan dan dasaran balian YAPB.
Pelayanan ini terbuka untuk masyarakat umum, tanpa biaya layanan, dengan dana punia bersifat sukarela. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial penyelenggara dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan tradisional.
Masyarakat tetap diimbau untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional apabila mengalami keluhan medis, terutama pada kondisi yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis.
Pelukatan Menjadi Penutup Rangkaian Kegiatan
Pada pukul 17.00 WITA hingga selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan pelukatan dan panugrahan Hyang Aji Suci Saraswati yang dipimpin Aji Dalang Cri Mudita.
Prosesi tersebut dimaksudkan sebagai sarana spiritual untuk memohon penyucian pikiran, kebijaksanaan, kecerdasan, serta keselamatan. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan doa bersama agar seluruh makhluk hidup senantiasa berada dalam keadaan rukun, damai, sejahtera, dan penuh kasih sayang.
Didukung Berbagai Pihak
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, antara lain LPK Mirai Akademi, PDAM Seririt–Buleleng, STIKES Buleleng, UNDIKSA Singaraja, Griya Dharma Kusuma Kaliasem, Media Terpercaya Nusantara Radar007.net, para pendukung leluhur Siwa Buddha Joanyar, serta alumni YAPB di Jepang, termasuk Shizuoka dan Fukuoka.
Melalui perayaan Hari Suci Saraswati ini, YAPB Laskar Pelangi Bali berharap nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan semangat persaudaraan.
Semangat “Basudeva Kutumbakam – Dharmo Rakshati Rakshitah” diharapkan tidak berhenti sebagai semboyan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata, pelayanan kepada sesama, serta kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.
Sumber: YAPB & Laskar Pelangi Bali










