BULELENG, BALI – Yayasan Aura Pelangi Bali (YAPB) menegaskan pentingnya memahami perjalanan spiritual umat Hindu Bali melalui tahapan Pewintenan, Pamangku, Dalang, Sulinggih hingga gelar kehormatan Mpu Leger, Senin (2/11/2026).
Dalam naskah akademik yang disusun Dewan Pendiri YAPB, Aji Dalang Cri Mudita atau Prof. Made Sundayana, dijelaskan bahwa Pewintenan merupakan gerbang awal penyucian diri lahir dan batin, sekaligus proses pembelajaran untuk menjalankan Dharma.
Tahapan tersebut berlanjut pada pengabdian Pamangku sebagai pelayan umat dan penjaga kesucian tempat suci. Sementara Dalang dan Sulinggih memiliki tanggung jawab lebih luas dalam menyampaikan ajaran suci, membimbing umat, serta menjaga keharmonisan kehidupan sekala dan niskala.
Adapun gelar Mpu Leger dipandang sebagai kehormatan spiritual bagi dalang yang memiliki kemampuan, pengetahuan tattwa, penguasaan mantra, serta kompetensi melaksanakan berbagai prosesi ruwatan sesuai tradisi dan tuntunan sastra.
Melalui kegiatan Pelukatan Saraswati pada 31 Oktober 2026 di Panti Sehat YAPB, ajaran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman spiritual dan pengabdian kepada masyarakat.
YAPB juga menekankan bahwa kesucian tidak boleh menjadi alasan untuk membeda-bedakan manusia berdasarkan soroh, wangsa, maupun status sosial. Sebaliknya, nilai utama Dharma adalah merangkul, melayani, dan menebarkan kasih kepada seluruh umat.
Dengan filosofi Vasudhaiva Kutumbakam (seluruh dunia adalah satu keluarga), YAPB mengajak masyarakat menjaga persaudaraan, menghormati warisan leluhur, serta menjadikan spiritualitas sebagai jalan menuju kehidupan yang rukun, damai, dan sejahtera.
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Yayasan Aura Pelangi Bali – Hadir Untuk Dharma.
Penulis: R007










